Jumat, 14 November 2014

STANDARISASI DAN REGULASI SISTEM TELEKOMUNIKASI

Standarisasi


Standarisasi merupakan penentuan ukuran yang harus diikuti dalam memproduksikan sesuatu, sedang pembuatan banyaknya macam ukuran barang yang akan diproduksikan merupakan usaha simplifikasi. Standardisasi adalah proses pembentukan standar teknis , yang bisa menjadi standar spesifikasi , standar cara uji , standar definisi , prosedur standar (atau praktik), dll 
Dalam telekomunikasi standarisasi dan regulasi sangat penting, karena digunakan oleh publik sehingga perlu aturan dan penyeragaman. Adapun beberapa lembaga standarisasi yaitu :
  1. ITU(International Telecommunication Union) adalah sebuah organisasi internasional yang didirikan untuk membakukan dan meregulasi radio internasional dan telekomunikasi. ITU didirikan sebagai International Telegraph Union di Paris pada tanggal 17 Mei 1865. Tujuan utamanya meliputi standardisasi, pengalokasian spektrum radio, dan mengorganisasikan perjanjian rangkaian interkoneksi antara negara-negara berbeda untuk memungkinkan panggilan telepon internasional. Fungsinya bagi telekomunikasi hampir sama dengan fungsi UPU bagi layanan pos. ITU merupakan salah satu agensi khusus PBB, yang bermarkas di Jenewa, Switzerland, di samping gedung utama kampus PBB. ITU dibagi dalam 3 bagian yang bertanggung jawab atas masing-masing bidang. Bagian tersebut adalah1. Telecommunication Standardization (ITU-T),
    2. Radiocommunication (ITU-R),
    3. Telecommunication Development (ITU-D).
    ITU telah mengeluarkan lebih dari 2000 standarisasi. Beberapa standarisasi yang dikeluarkan oleh itu antara lain :
  2. IETF(Internet Engineering Task Force) , adalah organisasi yang bertanggung jawab dalam mengatur dan menetapkan protocol-protocol standart yang digunakan dalam internet. Misalnya standard protocol PCB, HTTP, dan HTML.
  3. IEEE(Institute of Electrical and Electronics Engineering ), telah menghasilkan 802 seri spesifikasi standarisasi yang secara khusus ditekankan pada jaringan-jaringan perusahaan. Contohnya Wireless dan LAN.
         IEEE menciptakan standar dengan aturan yang dibuat FCC. IEEE telah menetapkan berbagai standar teknologi seperti IEEE 802.3 untuk ethernet dan 802.11 untuk Wireless LAN. Salah satu tugas IEEE adalah mengembangkan standar untuk Wireless LAN dengan mengacu pada peraturan yang dikeluarkan FCC. Spesifikasi yang digunakan dalam WLAN adalah 802.11 dari IEEE dimana ini juga sering disebut dengan WiFi (Wireless Fidelity) standard yang berhubungan dengan kecepatan akses data. Beberapa standard IEEE yang pernah dikeluarkan untuk WirelessLAN:
  802.11
Standar 802.11 merupakan standarisasi WLAN pertama yang dipublikasikan oleh IEEE pada tahun 1997. Karena banyaknya jenis-jenis jaringan WLAN yang ada di pasaran, maka standar IEEE 802.11 menetapkan antarmuka (interface) antara klien WLAN (Wireless client) dengan jaringan Access Point-nya (network APs). Untuk membedakan perbedaan antara jaringan WLAN satu dengan jaringan WLAN lainnya, maka 802.11 menggunakan Service Set Identifier (SSID). Dengan penanda ini maka dapat di bedakan antara jaringan WLAN satu dengan lainnya sebab jaringan WLAN satu dengan yang lain pasti memiliki nomor penanda SSID yang berbeda pula. Access Point (AP) menggunakan SSID untuk menentukan lalu lintas paket data mana yang di peruntukkan untuk Access Point tersebut.  Standar 802.11 juga menentukan frekuensi yang dapat digunakan oleh jaringan WLAN. Misalnya untuk industrial, scientific, dan medical (ISM) beroperasi pada frekuensi radio 2,4GHz. 802.11 juga menentukan tiga jenis transmisi pada lapisan fisik untuk model Open System Interconnection (OSI), yaitu: direct-sequence spread spectrum (DSSS), frequency-hopping spread spectrum (FHSS), dan infrared.
Selain pembagian frekuensi diatas, standar 802.11 juga membagi jenis frame-nya menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu: control, data, dan management. Standar 802.11 membolehkan device (perangkat) yang mengikuti standar 802.11 untuk berkomunikasi satu sama lain pada kecepatan 1 Mbps dan 2 Mbps dalam jangkauan kira-kira 100 meter.
802.15
Adalah standart spesifikasi wireless personal area network (WPAN). Atau yang lebih dikenal dengan bluetooth  
4. TIA(Telecommunications Industry Association) adalah organisasi yang mengembangkan standard pemasangan kabel menggunakan desain dan instalasi sistem pemasangan kabel yang terkoordinasi. Beberapa contoh standarisasi yang dikeluarkan oleh TIA :
  • TIA-942 Telecommunications Infrastructure Standard for Data Centers
  • TIA-568-C (telecommunications cabling standards, used by nearly all voice, video and data networks).
  • TIA-569-B Commercial Building Standards for Telecommunications Pathways and Spaces
  • TIA-607-B (Commercial grounding - earthing - standards)
  • TIA-222-G Structural Standard for Antenna Supporting Structures and Antennas
  • TIA-602-A Data Transmission Systems and Equipment, which standardized the common basic Hayes command set.
  • TIA-102 - Land Mobile Communications for Public Safety (APCO/P25) 

Selasa, 04 November 2014

DUPLEXING

Membuat duplexing dapat dilakukan dalam fisik yang sama ataupun berbeda.
Untuk fisik yang sama : contoh medianya adalah udara dan kabel tembaga

Ada 3 metode Duplexing :
  1. FDD(Frekuensi Division Duplexing) : Duplexing dengan membagi frekuensi



FDD mempunyai kemampuan untuk komunikasi dua arah antara mobile station dengan base station. Untuk itu, FDD mnyediakan dua band frekuensi sebagai channel yang terpisah untuk masing-masing pengguna.  Satu band frekuensi digunakan untuk melayani trafik dari base station ke mobile station yang dikenal dengan sebutan forward band, satu band lagi digunakan unuk melayani trafik dari mobile station ke base station, yang biasa disebut dengan reverse band. Suatu base station menggunakan dua antenna yang terpisah, yaitu antenna untuk keperluan transmisi dan satu antenna lagi yang digunakan untuk keperluan penerimaan sinyal. Penggunaan dua antenna yang terpisah pada base station diperlukan untuk mengakomodasi dua channel yang terpisah. 
Sedangkan pada mobile station hanya menggunakan satu antenna yang difungsikan baik untuk keperluan transmisi ataupun untuk keperluan penerimaan sinyal. Karena hanya menggunakan sebuah antenna saja untuk menghandle dua kepentingan yang berbeda maka pada mobile station menggunakan suatu alat yang dinamakan duplexer. Duplexer ini diletakkan didalam mobile unit yang digunakan untuk mengaktifkan antenna yang sama agar dapat digunakan secara simultan untuk keperluan transmisi maupun penerimaan sinyal.
 
        2.  TDD(Time Division Duplexing) : Duplexing dengan membagi waktu



Masing-masing pengguna mempunyai dua channel yaitu forward dan reverse yang terbentuk dari alokasi slot-slot waktu, sehingga TDD mengijinkan dua channel tersebut terletak pada band frekuensi yang sama. Suatu slot waktu akan dipisahkan untuk digunakan sebagai channel forward dan channel reverse . Sehingga dengan demikian dua keperluan yang berbeda yaitu transmisi dan penerimaan sinyal dapat ditangani oleh dua channel. Sebenarnya TDD bukan merupakan full duplex secara penuh, lebih tepat jika dikatakan bahwa TDD merupakan semi full duplex. Hal ini dikarenakan bahwa TDD tidak dapat melayani komunikasi yang simultan pada saat waktu yang bersamaan. 
Syarat agar metode duplex TDD dapat digunakan dalam suatu sistem komunikasi adalah bahwa laju data transmisi pada suatu channel harus lebih besar dari laju data dari pengguna.

         3.   WDD(Waveleght Division Duplexing)  :  Duplexing dengan membagi panjang gelombang

Jumat, 24 Oktober 2014

KOMUNIKASI DIGITAL DAN ANALOG

Pengertian Komunikasi Digital dan Analog

  • Komunikasi Analog   

        Adalah komunikasi yang berbasis sinyal analaog dimana sinyal analog disebut juga signal kontinyu karena bentuknya berupa gelombang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang, informasinya bersifat tetap. Ciri – ciri dari signal analog itu sendiri ialah memiliki amplitudo dan frekuensi. Jika dikaitkan dengan suara, amplitudo menentukan keras tidaknya suara, dan frekuensi menentukan pada kenyaringan suara (melengking atau tidak). Sinyal analog merupakan pemanfaatan gelombang elektromagnetik. Data atau informasi dalam komunikasi analog tidak melibatkan ADC dan DAC . Proses pengiriman suara, misalnya pada teknologi telepon, dilewatkan melalui gelombang elektromagnetik ini. 
  • Komunikasi Digital 

     Adalah komunikasi dengan mengubah sinyal menjadi sebuah kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 untuk proses informasi yang mudah, cepat, dan akurat. Sinyal tersebut dinamakan sebagai ‘bit’. Pertukaran signal analog dan digital menggunakan alat bernama Modem(modulator/demodulator). Ini terjadi pada jaringan komputer yang berkomunikasi jarak jauh dengan melibatkan jaringan telepon. Komputer pertama mengirim signal digital dan kemudian modem mengubahnya menjadi analog. Signal analog inilah yang mengalir pada jaringan telepon. Selanjutnya signal analog diubah oleh modem menjadi digital pada bagian komputer penerima. Penggunanaan sistem digital ini sekarang telah banyak menggantikan pemakaian sistem analog.
Keuntungan Komunikasi Digital :
  1.  Error hampir selalu dapat dikoreksi. 
  2.  Mudah menampilkan manipulasi sinyal (seperti encryption). 
  3. Range dinamis yang lebih besar (perbedaan nilai terendah terhadap tertinggi) dapat dimungkinkan.
Kerugian Komunikasi Digital :
  1. Biasanya memerlukan bandwidth yang lebih besar. 
  2. Memerlukan sinkronisasi.
Teknologi digital memiliki beberapa keistimewaan unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog , yaitu :
  • Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang mengakibatkan informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
  • Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri.
  • Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.
  • Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimkannya secara interaktif.
Perbandingan data analog dengan data digital : 

a.  Data Analog
• Rentan terhadap Noise
• Signal yang diterima diproses dengan diulang dan diamplifikasi.
• Mudah terjadi crosstalk
• Bentuk sinyal kontinyu.
• Kualitas signal diukur dalam satuan S/N (Signal To Noise Ratio)

b.  Data Digital
• Tahan terhadap Noise
• Proses regenerasi dilakukan bagi signal yang diterima.
• Bebas cross talk
• Bentuk signal diskrit (discrete)
• Kualitas signal diukur dalam BER (Bit Error Rat)